Memulai sesuatu yang baru tanpa kehadirannya bukan hal yang mudah dan inilah yang saya rasakan.
Gadis belia, berusia 16 tahun, kadang terlihat aneh, berambut lurus sepundak, tinggiku pas - pasan, sahabatku yang paling setia ialah notes kecil dengan pulpen mini yang selalu aku kantongi dan nama lengkapku adalah Sari Astarina.
Tidak banyak yang ingin dekat denganku, banyak yang bilang aku cewek yang gak ada menarik - menariknya di mata cowok. Gaya berpakaianku sangat sederhana, otakku juga kadang - kadang lambat loading, apalagi kalau ditanya soal prestasi selalu dapat nilai E (Error). Yah, terima nasib sajalah. Kuhanya mampu berbagi dengan notes kecilku ini.
" Hadirin yang terhormat, marilah kita sambut bersama - sama bapak gubernur kita, Dr.Ir. Ahmad Syukur." Dengan suara yang lantang dari seorang Master of Ceremony.
"Prok Prok Prok." Tepuk tangan yang meriah dari tamu berkelas VIP, VVIP, dan sejumlah tamu penting lainnya ...
" Eh eh eh jeng, aku kagum banget sama MCnya,udah cantik, pintar, dia lulusan Australia loh!!!"
"Oh yah??? gak sembarangan orang loh bisa membawakan acara yang live di TV seperti ini."
Riuh tepuk tangan penonton entah itu menandakan apa. Menyambut kedatangan bapak gubernur atau kah pesona MC yang mampu memnghipnotis mata dan hati setiap tamu hingga sangat antusias memberikan respon.
Aku yang hanya duduk di bagian pojok deretan belakang bersama mama papa.Ini sudah biasa saya temui, melihat MC itu yang faktanya dia adalah kakak kandungku, memperoleh sanjungan yang indah dari setiap orang.
Sangat benar dikatakan oleh salah seorang tamu tadi, udah cantik, pintar, dia lulusan Australia. Hampir sempurnalah hidupnya sebagai seorang wanita. Dibanggakan oleh kedua orang tuaku. Sedangkan saya ???
Hampir tidak ada yang tahu dia adalah kakak kandungku.Dengan segala kesibukan yang ia lakukan, sangat jarang untuk kami bisa bersama. Itu adalah fakta yang harus saya terima. Sebagai seorang wanita sayapun terkadang iri dengan kasih sayang yang orang tuaku beri dan segala kesempurnaan yang ia miliki. Indah Putri Astarina, yah nama yang sangat indah buat wanita seperti dirinya.
Duniaku dan dunianya sungguh sangat jauh berbeda. Satu hal yang terindah dan akan selalu kukenang dari dirinya yaitu kenangan di setiap ulang tahunku. Tanpa saya sadari notes kecil yang selalu saya bawa ke mana - mana dan menemaniku hingga tertidur pulas, berisikan segala imajinasiku selalu dibaca oleh kakakku. Setiap keinginanku di dalam notes itu selalu ia wujudkan di hari ulang tahunku. . .
Tragedi 05 Maret 2006, pukul 08.30 Wib, masih sangat membekas dalam ingatanku, kecelakaan beruntun dan salah satu korbannya ialah kakakku. Saat itu tak sempat ada pertolongan, Kak Indah seketika tewas di tempat.
" Dek, kalau nanti ada surat dari PT. Pena Remaja tolong diterima yah???, Siapa tahu kakak gak sempat baca balasan suratnya... (Sambil mencubit).Eeemmmm, pipimu tambah tembem dek."
" Aduuhh kak Indah sakiiiiit..." (muka cemberut sambil mengelus - elus pipi)
" hahahahaha ...."
Sambil tertawa, ia berjalan keluar rumah.
Saya pun tak menyangka itulah senyuman terakhir yang dapat kulihat dari wajah kakakku yang akan berangkat ke bandara pagi itu. Senyuman yang tak akan pernah kembali lagi.
Tepat 1 bulan kematian kakakku dan di saat itu juga ulang tahunku yang ke - 16 tanpa kakakku, tanpa kenagan - kenangan indah bersamanya. Untuk mengingatnya kembali hanya ada satu cara. Masuk ke kamarnya yang selalu tertata rapi, pernak - pernik, pakaian yang indah di dalam lemari yang ia miliki. Foto - fotoku bersamanya sewaktu usiaku 7 tahun dan dirinya 10 tahun masih terpajang di meja kerja yang ia miliki.
Membaca setiap surat - surat yang ia tulis ataupun yang ia terima. Dan saya pun kaget melihat salah satu surat yang berisikan file - file tulisanku. Biasanya setelah saya menulis dan notesnya penuh, saya ketik dalam notebookku. Surat itu ditujukan kepada PT. Pena Remaja. Saat itu juga saya bergegas keluar dari kamar kakakku dan mencari surat balasan yang terakhir kak Indah katakan kepadaku.
Air mataku pun jatuh tanpa kusadari saat membaca surat itu. Kuhanya ingin menangis sejadi - jadinya. Tubuhku sudah tak mampu kugerakkan lagi.
" Kak Indah, kenapa kakak pergi terlalu cepat? Kembali kak, kembali... Baca surat ini kak ...haaaaaaaaaaaahhhhhh!!!"
Di dalam surat itu berisi balasan bahwa saya Sari Astarina berhasil meraih beasiswa di Eropa atas prestasi motivator remaja terbaik dalam bidang menulis. Ini, ini impianku yang sudah kakakku wujudkan. Banyak hal yang selalu ia lakukan tanpa saya sadari. Larut dalam kesedihan, mungkin hanya membuat hati kakakku terluka di alam sana.Tak ingin lagi aku bersedih atas kepergian kakakku, begitu banyak cinta yang ia beri. Inilah saatnya diriku membalas semua cinta yang ia beri, membanggakan dirinya dan kedua orang tuaku. Duniaku dan dunianya memang begitu berbeda, namun hanya cinta yang mampu menyatukanku dengannya. Hanya cinta yang membuat dia selalu ada dalam setiap doaku. . .
Neng West
she certainly beautiful as u...
BalasHapusDan dia pasti bangga melihat karya2mu yg skrg..
it is just imagine...
BalasHapusThx to read